Pendidikan Seks: DI Yogyakarta Menjadi Pelopor Pertama Pengajaran di Sekolah

Yogyakarta, Kompas – DI Yogyakarta menjadi pelopor pelaksanaan pendidikan seks bagi remaja secara formal di sekolah. Mulai tahun ajaran baru nanti beberapa SMA dan SMK akan memberikan materi pendidikan seks yang terintegrasi dalam mata pelajaran Bimbingan dan Konseling bagi para siswa kelas X.

Manager Program Youth Center Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) DIY Soepri Tjahjono mengungkapkan, pendidikan seks yang modul pembelajarannya disusun oleh PKBI dan dibahas bersama guru-guru itu diberikan untuk membangun kaum muda yang bertanggung jawab sehingga angka kekerasan maupun kehamilan yang tidak dikehendaki dapat terus ditekan.

“Secara umum, pendidikan seks yang diberikan berfokus pada kesehatan reproduksi. Cakupan materi, antara lain, meliputi permasalahan jender, komunikasi atau keseimbangan relasi antara perempuan dan laki-laki, kesehatan seksual, pubertas, serta HIV/AIDS dan narkoba,” kata Soepri di sela-sela “Pelatihan Kesehatan Reproduksi bagi Guru Bimbingan dan Konseling” yang diselenggarakan PKBI dan Dinas Kesehatan DIY, Selasa (10/7).

Materi-materi itu akan diberikan selama satu semester dalam 20 pertemuan dengan menggunakan metode pembelajaran partisipatif. “Murid dilibatkan penuh dalam setiap pembelajaran sehingga tidak ada materi yang diberikan sepenuhnya dengan metode ceramah satu arah,” ujarnya.

“Diharapkan, para murid dapat lebih banyak berdiskusi dan menyampaikan pengalamannya,” ujar Soepri. Berbagai metode seperti role play, studi kasus, games, atau menonton video akan digunakan untuk menunjang pembelajaran partisipatif.

Dari catatan PKBI, 10 sekolah akan mulai mengajarkan kesehatan reproduksi mulai Agustus. Sekolah-sekolah itu, antara lain, SMAN 5 Yogyakarta, SMAN 9 Yogyakarta, SMA Bopkri 1 Yogyakarta, SMAN 2 Wates, SMAN 1 Pleret, dan SMAN 3 Bantul. Selain 10 sekolah tersebut, ada pula 11 sekolah lain yang memberi perhatian khusus pada pengajaran kesehatan reproduksi. Meski belum dimasukkan ke dalam pelajaran BK, beberapa sekolah sudah memasukkan materi itu ke dalam ekstra kurikuler.

Untuk menyiapkan proses pengajaran kesehatan reproduksi itu, para guru BK mengikuti pelatihan kesehatan reproduksi 10-12 Juli. “Ke depan, kami juga terus melakukan advokasi kebijakan sampai pendidikan seks menjadi muatan lokal di sekolah,” katanya. (DYA)

Sumber:

http://www.kompas.co.id/kompas%2Dcetak/0707/12/jogja/1039701.htm

Satu tanggapan untuk “Pendidikan Seks: DI Yogyakarta Menjadi Pelopor Pertama Pengajaran di Sekolah

  • 9 Mei 2008 pada 12:07 pm
    Permalink

    wah saya setuju, dengan begitu anak-anak jogja bsa lebih menjaga diri…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.