Memanjakan Anak, Kenapa Dengan Motor?

Tak sekali dua kali, kita berpapasan atau didahului pengendara roda dua dengan berseragam biru putih. Mereka anak-anak berusia sekolah SMP yang hendak berangkat atau kembali dari sekolah.

Pertanyaannya, kenapa mereka diizinkan orangtuanya mengendarai roda dua?

Memanjakan. Itu salah satu alasan yang sering didugakan. Sebab, anak-anak itu dalam kategori usia memamg belum bisa mendapatkan Surat Izin Mengemudi (SIM). Sehingga orangtua menjadi pihak paling bersalah dengan memberikan izin anak-anak mereka mengendarai roda dua.

Situasi ini penting menjadi perhatian, bukan saja demi keselamatan pengguna jalan lain, tetapi juga bagi anak-anak itu sendiri. Bayangkan saja bagaimana bahayanya, ketika menyaksikan anak-anak itu mengendarai sepeda motor dengan membonceng dua temannya, tanpa helm, dengan jalan meliuk ke kanan dan ke kiri.

Orangtua hendaknya bersikap tegas dan tak perlu memanjakan anak-anak mereka dengan mengizinkan mengendarai sepeda motor ke sekolah. Tak sepantasnya, orangtua membiarkan anak-anak mereka berada dalam bahaya, yang tak jarang bisa merenggut nyawa.

Orangtua harus menyadari, masa depan anak lebih berharga ketimbang memanjakan mereka dengan membolehkan mereka mengendarai sepeda motor.

Polisi Lalu Lintas (Polantas) sebaiknya tak membiarkan anak-anak itu. Pembiaran terhadap anak-anak sama dengan melatih mereka melakukan pelanggaran terhadap aturan sejak dini. Situasi yang sama sekali tidak positif bagi pertumbuhan karakter anak-anak itu sendiri.

Sangat bijak, manakala Polantas langsung memberhentikan anak-anak itu dan melakukan penilangan. Meski anak-anak bisa saja akan beralasan tertinggal masuk kelas, ada ulangan dan ada ujian. Alasan apa pun tak bisa ditolerir untuk anak-anak mengendarai roda dua.

Sumber gambar:

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.