Kenapa Gagal Menulis?

Bagi sebagian orang pekerjaan menulis sebagai satu persoalan serius. Bahkan sampai mengerutkan dahi, membutuhkan tempat yang sunyi, dan tak bisa terganggu. Seorang teman bercerita, harus berulang-ulang mengapus paragraf pertama. Dan akhirnya tak pernah beranjak ke paragraf berikutnya.

Lantai, di mana letak persoalannya? Sebagian teman menulis untuk memamerkan gagasan-gagasan besar, dan bahkan cenderung khayali. Maksudnya, titik pijaknya dari mutlak sebuah impian. Ini salah satu sebab paling mendasar.

Mengembangkan tulisan tanpa memiliki pijakan pengalaman diri memang menjadi penyumbang terbesar kegagalan teman-teman yang hendak memulai menulis. Apa yang ditawarkan tak menjawab berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat, lantas solusi-solusi yang ditawarkan menjadi hambar. Tak mendebarkan.

Sikap yang tak kalah bahayanya untuk memulai menulis, kehendak untuk hasil yang selalu sempurna. Sikap ini menjadikan orang takut mengalami kegagalan dalam menulis. Khawatir dangkal argumentasinya, mudah dipatahkan, dan menunjukkan kebodohan dirinya sendiri.

Mengatasi semua persoalan itu, mulailah menulis dengan niat untuk berbagi: pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki. Ingat, sebatas yang kita miliki. Bernafsu membagi sesuatu yang tidak kita miliki, akan menjebak kita pada perilaku mencuri. Plagiasi.

Berbagi pengalaman dan pengetahuan yang kita miliki menjadikan keberanian untuk menulis tumbuh dan berkembang. Tak ada rasa takut gagal, tak ada kekhawatiran tulisan dangkal, tak ragu argumemtasi mudah dipatahkan.

Menulislah dengan santai, tak perlu serius. Tuangkan seluruh pengalaman dan pengetahuan kita dengan apa adanya. Kelak jika sudah berulang-ulang kita lakukan, kita akan menemukan gaya tulisan sendiri yang khas. Pada titik ini, bersiaplah Anda akan menjadi orang terkenal.

Resepnya: menulislah dengan cara tak serius, tapi menghadirkan tulisan serius, dan membuat pembaca benar-benar serius dalam mencerna tulisan kita.***

mmdnewsyndicate

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.