Kliwon yang Khawatir

image

Lomba Blog? Mata kantuk Kliwon tiba-tiba membuka lebar kelopaknya. Ini bukan soal lomba blognya yang menjadi perkara. Tetapi karena lomba ini dilakukan untuk melawan korupsi. Mbelalaknya mata tua Kliwon juga bukan karena betapa terlambatnya menyadari kekuatan media sosial untuk membangun gerakan perlawanan di negeri ini. Melainkan karena kehadiran para blogger dalam kehidupan politik di negeri korup ini semakin diperhitungkan.

Tiba-tiba melintas pikiran nakal Kliwon. Seperti biasanya, ketika ada ide cemerlang yang dilontarkan orang, Kliwon segera bisa menerima dan memahami pentingnya gagasan itu. Ia pun tersenyum, lalu mengetuk-ketukan jari telunjuknya ke papan meja warungnya, tidak jelas menyenandungkan lagu apa.

Mungkin ia sedang membayangkan hadiah yang ditawarkan panitia atau sedang menimbang apakah akan mengikutkan blognya dalam lomba heroik ini. Ternyata tidak itu yang berseliweran dalam benaknya. Ia sedang berpikir, bagaimana kalau pemenang lomba nanti ternyata juga orang yang korup. Misalnya, saat mengunggah tulisan materi lomba dilakukan di tengah-tegah waktu kerja. “Bukanlah ini korupsi waktu,” bisik Kliwon kepada dirinya sendiri.

Kliwon juga berandai-andai, jika pemenang lomba itu pada saat mengunggah tulisan ke blognya, menggunakan fasilitas kantor yang secara substansial disediakan untuk mendukung produktivitas kerjanya. “bukankah ini juga penyalahgunaan wewenang yang bisa memperkaya diri karena mendapatkan gadget android?” Tanyanya lagi-lagi kepada diri sendiri.

Lebih parah lagi, kata Kliwon, seandainya desktop pc, laptop, notebook, tablet pc atau smartphone yang dipakai untuk mengunggah tulisan itu hasil korupsi atau dibeli dari uang suap. “Celaka tiga belas ini,” katanya lirih disusul dengan batuk yang berkepanjangan.

Setelah batuknya reda, Kliwon bersikap sedikit religius, berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar kekhawatiran dalam hatinya sangat berlebihan. Meski ia yakin benar, panitia pasti belum menyiapkan alat deteksi dini untuk persoalan seperti ini.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.