Galery: Aku dan Lies Marcoes-Natsir

Aceh pasca gempa dan tsunami. Aku kembali bisa bersama-sama teman-teman Aceh untuk berbicara. Kali ini, bersama dengan Mbak Lies Marcoes-Natsir, aku berdiskusi mengenai gerakan perempuan di Aceh, apa problem akarnya bagaimana mengembangkan kehendak-kehendak mereka. Tentu, tidak saja aku bangga karena bisa bicara dengan para kaum muda Islam kritis, tetapi karena bisa bersama Mbak Lies, untuk belajar banyak hal, mulai dari cara menikmati kopi kentalnya Aceh, masa depan gerakan perempuan, dan juga bangga karena bisa menjadi tandemnya dalam proses diskusi ini. Kepada LKiS, terucap kasih, karena dengan undangannya pula, aku bisa berada dalam forum ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.