Debat Jilid II

Kita segera disuguhi Debat Jilid II sebagai bagian proses pemilihan presiden. Tak banyak manfaatnya kecuali memenuhi beberapa prinsip.

Perdebatan calon presiden Jilid II dinantikan masyarakat dengan macam ragam kepentingan. Tetapi, debat itu tidak akan memenuhi keingintahuan masyarakat atau publik manakala tidak mengubah cara pandang mengenai perdebatan itu sendiri.

Pasalnya, perdebatan yang disuguhkan lebih dilihat dari kalah menangnya silat lidah. Bahkan sampai-sampai agar tak ada yang akan dipermainkan materi atau kisi-kisi pertanyaan debat sudah dibagi duluan.

Cara pandang debat seperti ini yang harus dibuktikan, dan menggantikannya dengan cara pandang baru, debat merupakan ajang bertukar pikiran, bukan ajang lomba debat anak-anak SD sehingga harus menemukan siapa kalah siapa menang.

Debat calon presiden, mestinya menunjukkan beberapa prinsip. Pertama, menjunjung tinggi kebaikan dan memberikan rasa hormat terhadap lawan debatnya. Wajadilhun, perdebatkan lah persoalan di antara kalian semua dengan cara-cara yang ahsan, yang baik.

Kedua, dalam debat harus saling mendengar pernyataan-pernyataan lawan debat dengan sungguh-sungguh dan penuh penghargaan. Tidak baik dilakukan, manakala para peserta debat hanya mau gagasannya yang didengarkan dan tak memedulikan gagasan lawan debatnya.

Ketiga, dalam perdebatan haruslah mengutamakan kejujuran. Artinya, manakala lawan debat memang menyampaikan kebenaran, lawan debat harus mengakuinya, sama sekali tak boleh mengabaikan atau bahkan tak mengakuinya.

Dengan tiga prinsip ini, perdebatan akan menemukan kemanfaatannya, sebab publik akan bisa mengaitkan satu gagasan dengan gagasan lainnya.

Tanpa itu, sudahlah tak perlu ada debat.***

Sumber gambar: kompas.com

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.