Duka Itu Dari Malang

Betapa hebat dan akutnya korupsi di negeri ini. Kabar dari Malang sungguh membuat kita semua meratap. Bagaimana tidak, sebanyak 41 anggota DPRD dari 45 anggota keseluruhan terlibat dalam tindakan korupsi.

Tindakan korupsi berjamaah ini terkait dengan APBD-P Tahun 2015. Peristiwa ini menjadikan ancaman lumpuhnya pemerintahan di Kota Malang.

Tetapi persoalannya bukan semata-mata lumpuhnya roda pemerintahan. Melainkan betapa para pengambil kebijakan itu benar-benar sudah abai dengan etika dan moral untuk mengejar keuntungan finansial dengan cara-cara yang tak dibenarkan.

Tentu saja, praktik di Malang bisa menjadi fenomena gunung es. Artinya, praktik korupsi di kalangan para anggota legislatif dimungkinkan merata di seluruh tingkatan.

Keterjutan kasus korupsi di negeri ini baru saja dihentak dengan tertangkapnya hakim yang terlibat. Sebuah praktik yang sangat menyakitkan dan menyedihkan.

Tampaknya pembelajaran dari penangkapan anggota legislatif, aparat penegak hukum, dan juga pejabat negara yang lain belum cukup memberikan efek bagi para pemegang kekuasaan di negeri ini.

Bahkan dalam ranah Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah diputuskan bersalah dan berkekuatan hukum dalam kasus korupsi juga sebagian besarnya masih aktif dan itu berarti tetap mendapatkan gaji dari negara. Sungguh menyedihkan.

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *