Perempuan Itu (2-habis)

“Benarkah keputusan itu dari hati nurani?”

Sampai aku tak bertemu dengannya puluhan tahun, tak pernah aku sungguh-sungguh menjawab pertanyaan itu. Rasa sesal itu menggigit sakit hatiku.

“Kau egois. Kau hanya memikirkan kepentingan diri sendiri.”

Suara itu sangat lembut, tetapi terasa bagai petir yang menyambar-sambar di tengah terik matahari tanpa hujan itu.

Kadang saya ingin membunuh diriku sendiri. Sebab tak berani menjawab pertanyaan perempuan itu. Saya pergi begitu saja meninggalkan dirinya, tanpa jawaban apalagi pesan yang bermakna.

Dan ketika saya mendengar kabar perempuan itu masih sendiri, sampai pada usia di 50-an tahun, saya tak lagi kuat berdiri. Tersimpuh di atas tanah hitam di halaman rumahku.

Anak-anak berlari memburu. Istriku mengguncang-guncang tubuh tak henti. “Tak apa, tak apa. Tenanglah, jangan riuh agar tetangga tak mendengarnya,” kataku.

Saya berdiri, dan melangkah perlahan memasuki rumah, melalui pintu samping. Saya benar-benar sakit. Demam tinggi.

Dua Minggu saya terbaring. Dan dalam lemah itu saya berusaha menghubungi teman yang mengabariku tentang perempuan itu.

Kecepatan daya luncur pesawat yang kutumpangi tak mampu membawaku ke dalam dekapan nafas perempuan itu.

Kain putih berkibar di sudut jalan desa: Lelayu.

Saya berlari secepat saya bisa. Ketakutan dalam diriku mewujud. Perempuan itu meninggal dunia. Malam itu, malam tahlil di hari ketujuh.

Perempuan itu, telah memilih jalan untuk mencintaiku sepanjang hayatnya, dan saya memilih bahagia dengan perempuan lain.

Mataku basah, bibirku bergetar mengeja nama Sagita di kayu nisan yang masih berwarna coklat segar. Bunga-bunga mawar dan melati masih tercium aromanya.***

Gambar: pixbay.com

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.