Kelinci. Mengenal Peternak Hebat

Saya tiba-tiba menjadi akrab dengan hewan pengerat bernama kelinci. Hewan lucu yang lebih dikenal sebagai pemakan wortel dan kubis, meski kesukaan asasinya rumput kering.

Semua bermula saat hendak mengalihkan kesukaan anak bungsu saya kepada kucing, hewan bertarung tetapi memiliki bakat dekat dengan manusia. Saya membeli sepasang kelinci jenis Flamish Giant, berdarah lokal–artinya bukan keturunan langsung dari jenis aslinya.

Meski pada tahun 90-an akhir saya pernah memelihara kelinci, dan bahkan pada tahun 80-an akhir saya pernah menis tentang kelinci Australia di majalah Pesan terbitan LP3ES, tetapi lupa jugalah cara perawatan yang sebaik-baiknya.

Mulailah saya iseng membuka-buka facebook kelompok peternak kelinci Magelang. Dari sanalah saya menemukan link undangan bergabung dengan grup WA peternak kelinci di Magelang. Setelah membaca sana-sini memang tidak salah, Magelang rupanya berjuluk sebagai salah satu pusat peternak kelinci di Indonesia.

Berproses beberapa Minggu, masa senang terjadi juga. Saya bisa bertemu dengan para peternak kelinci di Magelang. Mereka ternyata orang yang hebat-hebat, penuh semangat dan senang merendahkan diri. Bagaimana tidak, semua orang mengaku pemula, tetapi sungguh mencengangkan ternak kelinci mereka berkembang luar biasa.

Dalam pertemuan itu, banyak hal menarik didiskusikan. Sebut, misalnya, tak pasnya para pedagang sate kelinci, rica-rica kelinci, dengan memajang gambar kelinci di warungnya. Menurut peserta, tak tepat gambar kelinci dipajang, sebab masyarakat melihat kelinci sebagai hewan yang lucu dan manis. Maka pajang saja gambar satenya yang menggiurkan.

Peserta yang lain menceritakan keberhasilannya dalam usaha ternak kelinci. “Saya bisa bikin rumah dari jualan kelinci,” katanya.

Sebuah kisah yang memiliki makna memberikan motivasi kepada sesama peternak kelinci, bukan sebuah kepongahan tentu saja.

Semua bicara, semua punya cerita sesuai dengan pengalamannya masing-masing. Semangat berbagi pengalaman, berbagai informasi dan berbagi pengetahuan.

Sungguh menggembirakan. Setelah pertemuan, grup WA itu menjadi begitu meriahnya, setiap harinya tak kurang dari seribu postingan. Tak hanya berbagi foto kelinci ternaknya, mereka juga berbagi sumber daya, sebut misalnya, bibit rumput odot, makanan yang baik untuk kelinci.

Selain itu, saya menangkap semangat silaturrahmi para peternak kelinci. Setiap ada teman yang datang, selalu dikabarkan melalui grup. Juga ketika berpergian, mereka selalu mengabarkan, siapa tahu bisa mampir ke tempat teman di wilayah yang ditujunya.

Sungguh menggembirakan, sungguh menentramkan.

Sumber Gambar: WA Grup Diskusi Peternak Kelinci

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

3 tanggapan untuk “Kelinci. Mengenal Peternak Hebat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *