Kasus dugaan pengadaan buku ajar

MUNGKID – LSM Gemasika (Gerakan Masyarakat untuk Transparansi Kebijakan) Magelang, mendesak Polda Jateng melanjutkan penyelidikan kasus dugaan korupsi dalam pengadaan buku ajar di Kabupaten Magelang. Iwan Hermawan, koordinator LSM itu mengemukakan, berdasarkan temuan BPK (Badan Pemeriksa Keuangan), pengadaan buku ajar senilai Rp 13,8 miliar oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang tahun 2006, tak dapat diyakini kewajarannya.

“Temuan BPK itu dapat dijadikan alat bukti baru yang memperkuat indikasi korupsi dalam pengadaan buku ajar tahun 2006,” katanya, kemarin, melalui siaran pers yang diterima Wawasan.

Sekretaris Gemasika, Ichsani mengemukakan isi dokumen laporan hasil audit BPK, Bupati Magelang disarankan untuk menegur pemimpin kegiatan pengadaan buku. Sekaligus memerintahkan untuk melaporkan nilai buku hasil pengadaan dan mutasinya secara terperinci ke Sub Dinas Akuntansi dan Pelaporan BPKKD Kabupaten Magelang.

Pada Agustus 2007, lanjut dia, Tipikor Polda Jateng pernah melakukan klarifikasi dan pemanggilan sebagai saksi seluruh panitia lelang pengadaan buku yang bersumber dari APBD 2006.

Dalam penyelidikan lanjutan, menurut Iwan, Tim Tipikor Polda Jateng bisa kerja sama dengan BPK untuk melakukan audit investigasi guna mengetahui nominal kerugian negara dalam pengadaan buku tersebut.

“Dalam audensi dengan kami pada Kamis (14/2) lalu, Kanit Tipikor Polda Jateng Kompol Usup Sumanam SH berjanji melakukan koordinasi dengan tim. Juga berjanji akan memberikan jawaban kepada kami pekan depan,” ujarnya.

Dalam upaya pemberantasan tindak pidana korupsi, kata Iwan, tim tipikor mengharapkan adanya jalinan kerja sama dengan masyarakat, terutama dalam hal pengumpulan data dan bukti-bukti. TB-skh

Sumber: Harian Sore Wawasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.