Sulit Membangun Sinergitas Antar Gerakan

Ada kesepakatan visioner antara gerakan HIV dan AIDS, gerakan Perempuan dan gerakan HAM, Perlindungan Seksualitas Manusia dengan Menggunakan Perspektif Gender dan HAM. Keterkaitan antara gerakan HIV dan AIDS, gerakan Perempuan dan Gerakan HAM sudah cukup jelas, tetapi bukan soal mudah untuk membangun kerangka kerja bersama antar tiga gerakan ini. Masih membutuhkan sedikit waktu untuk melakukan rumusan-rumusan yang bisa lebih operasional. Demikian, antara lain yang berkembang dalam Diskusi Panel Membangun Sinergitas Gerakan HIV dan AIDS, Gerakan Perempuan dan Gerakan HAM, yang dilakasanakan oleh PKBI DIY, IHAP, PBHI dan PLIP Mitra Wacana, di Kompleks Kepatihan Yogyakarta, kemarin.

dr. Bondan, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY, yang tampil sebagai salah satu narasumber menegaskan, perempuan memang jauh lebih rentan terpapar HIV, tidak saja karena organ tubuhnya, tetapi juga pandangan yang terkait dengan cara pandang jender. “Perempuan khan dianggap tidak memilik hak dalam seks,” katanya.

Kesulitan melakukan sinergisitas gerakan menurut Damairia Pakpahan,  karena masing-masing gerakan memiliki problem-problemnya sendiri. Dengan merunut pertumbuhan gerakan sosial di Yogyakarta, Damai menunjukkan titik pisah di masing-masing gerakan itu sendiri. “Kita memang harus mencari titik singgung dengan cermat,” katanya.

Pertemuan lanjutan untuk membahas platform gerakan bersama ini akan dilakukan di Yayasan Kembang Yogyakarta. Bagi mereka yang ingin terlibat terbukan untuk ikut terlibat dalam gerakan ini.[]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.