Simposium 1965, Intoleran Minggir!

Sampai hari terakhir, simposium 1965 untuk menemukan jalan buntu penyelesaian pelanggaran HAM berat berjalan tanpa serbuan kelompok intoleran.


Saya tak akan mengulas berbagai wacana yang berkembang di seputar simposium yang diharapkan bisa menghasilkan rumusan-rumusan strategis di masa depan.

Melainkan hanya ingin mengingatkan, bagaimana sikap dan tindakan kelompok intoleran yang ternyata tak melakukan penyerbuan ke acara simposium.

Fakta ini menunjukkan, pembubaran berbagai diskusi yang dilakukan pihak kepolisian dengan alasan akan ada serbuan dari kelompok intoleran menunjukan sikap takut polisi semata.

Setidaknya, polisi lebih mencari aman dengan membubarkan diskusi yang dilakukan kelompok beradab ketimbang berurusan dengan kelompok intoleran.

Belajar dari situasi simposium 1965 itu, sudah semestinya, tak ada lagi tindak polisi membubarkan diskusi. Sudah saatnya, polisi mencegah kelompok intoleran melakukan pembubaran diskusi.

Jika kelak masih ada pembubaran diskusi, tidak hadirnya kelompok intoleran dengan tindakan tegas pihak keamanan hanyalah pencitraan pada level nasioanal. Karena kebetulan simposium merupakan kerja pemerintah. Sama sekali bukan didasari kesadaran mengenai hak mengeluarkan pikiran dan pendapat. Hak berorganisasi dan berekspresi.

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.