Perubahan

Dalam sebuah pertemuan dengan para peneliti dari berbagai peguruan tinggi di Indonesia, seorang perserta mengatakan dalam waktu pendek, perubahan tak akan bisa terjadi.

Meski sedikit tak percaya atas pernyataan sang peneliti, saya tetap mencoba mencerna dan memahami latar ketikdampuan melakukan perubahan.

Selesai, sang peneliti berpendapat, saya mengatakan terkadang dalam aktivitas akademis dan NGO, kata perubahan sering kali mendapatkan beban yang luar biasa besar.

Setiap kali mengucapkan kata ‘perubahan’, seakan ia melukiskan perubahan sosial yang sangat besar, perubahan sistem nilai keseluruhan warga bangsa.

Tak salah memang, Tetapi memaknai kata perubahan dalam konteks yang selalu besar itu, justru membuat lalai terhadap perubahan kecil dalam diri kita, dalam lingkungan keseharian kita.

Kita alpa, diri kita juga harus melakukan perubahan, tak hanya pengetahuan, tetapi juga sikap dan perilaku.

Artinya, setiap kali terlibat dalam kegiatan–entah itu jangka pendek, menengah dan mungkin juga jangka panjang–pertanyaan perubahan dalam¬†diri kita jauh lebih penting ketimbang pertanyaan perubahan dalam konteks perubahan yang lebih besar.

Sebab, tak ada gunanya, manakala kita berteriak perubahan yang lebih besar, tetapi dalam diri kita justru tak pernah ada perubahan.

Ambil contoh, ketika seseorang terlibat dalam program pendidikan kesadaran gender, tanyakanlah apakah kita sudah siap melakukan perubahan? Meninggalkan peran gender tradisional yang menempatkan perempuan dalam ketiak kuasa laki-laki? Atau kita tetap menikmatinya, sambil terus berteriak dan menuntut perubahan sistem sosial yang tak adil gender.

Di sinilah, pertanyaan lanjutannya akan muncul: apakah Anda termasuk kelompok konsisten atau inkonsisten?

Sumber gambar: http://studentsforliberty.org

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.