Tentang KomunismePhobia

Meski komunis sudah mati, bahkan di negara asalnya, di Indonesia masih cukup asyik didiskusikan, sebagiannya menunjukkan ketakutan dan ancaman.

Phobia terhadap komunis, yang selalu diterjemahkan sebagai ideologi anti Tuhan, tak percaya adanya Tuhan, masih cukup kuat terasa di negeri ini. Padahal, seorang yang mengaku dirinya atheis, pun tak serta merta ia seorang komunis.

Seorang teman, dalam perbincangan santai, pernah mengatakan memang partai komunis telah mati, gagasan-gagasannya telah tumbang dan tak terbukti saat mengandaikan terjadinya pembusukan dalam sistem kapitalistik.

Tetapi menurut teman itu, komunis sebagai ideologi tak akan pernah mati, ia akan terus hidup dalam pikiran penganutnya. Sebagai ideologi, ia juga akan terus disebarkan, disampaikan untuk kembali mendapatkan pengaruh dan pengikut.

Kekhawatiran, ketakutan, permusuhan, dan tentu saja terkait dengan bangkitnya ideologi komunis di Indonesia, terepresentasikan dari banjirnya tulisan mengenai komunis di blog Indonesiana. Terutama setiap gerakan yang bisa dikaitkan dengan simbol dan penanda komunis: terma kiri, dan tuntuan permohonan maaf pemerintah Indonesia.

Benarkah ideologi bakal mungkin bangkit di Indonesia? Tak ada yang bisa menjamin, tentu saja. Tetapi manakala ideologi komunis hanya sebagai aliran pemikiran, haluan politik, dan mereka yang menganut ideologi komunis tetap percaya adanya Tuhan, memeluk agama, dan beribadah sesuai dengan ajaran agamanya, seharusnya mereka tetap bisa hidup di bawah naungan PANCASILA. Sebab, mereka mengikuti prinsip Sila Pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa.

Hanya saja, bangkitnya sebuah ideologi, sebenarnya sangat tergantung pada seberapa besar manfaat ideologi bagi kehidupan manusia pada umumnya. Ideologi akan mati dengan sendirinya, manakala gagasan-gagasan yang dikembangkan memang sama sekali tak lagi memiliki manfaat bagi kehidupan rakyat kebanyakan.

Ideologi bisa bangkit kapan saja dan di mana saja, manakala haluan pemikiran itu, menemukan momentumnya bagi rakyat kebanyakan yang sedang membutuhkannya. Mungkin tidak bisa akan  bisa bangkit secara sempurna, mungkin saja yang hidup sekadar cabang-cabang pemikirannya, atau motivasi gerakannya.

Artinya, tak hanya ideologi komunis, melainkan seluruh ideologi yang pernah hidup, sedang hidup atau bahkan yang akan hidup. Sebab ideologi pada posisi kehidupan rakyat, sesungguhnya sebuah ikhtiar dalam mencari tatanan kehidupan yang lebih.

Lantas, apakah kita mesti masih tetap takut dengan ideologi, termasuk ideologi komunis? Latar pengetahuan dan pengalaman setiap orang yang berbeda akan melahirkan jawaban yang berbeda pula. Posisi Anda, kalau begitu di mana? Kalau saya, sama sekali tak takut dengan ideologi, sebab ia akan mati dengan sendirinya, manakala tak memberikan apa-apa dalam kehidupan masyarakat.***

Sumber Tulisan: indonesiana.tempo.co

Sumber gambar: tempo.co

Mukhotib MD

Jurnalis dan Pendiri Tabloid PAUD, bacaan tepat orangtua bijak Penulis novel Kliwon, Perjalanan Seorang Saya, Air Mata Terakhir, Pesona Sumilah, Den Ayu Putri. Konsultasi Program dan Manajemen, dan Fasilitator Pendidikan Kritis Rakyat

Satu tanggapan untuk “Tentang KomunismePhobia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.